MAKALAH
PENGARUH TELEVISE TERHADAP DUNIA
KONSELING
Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah
MEDIA BK
Disusun Oleh:
Nama :
Imas Maspupatun
NPM :
1111500194
Kelas :
1 D
Progdi :
BK
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PANCASAKTI TEGAL
Kata Pengantar
Dengan puji syukur Kepada Tuhan Yang
Maha Esa, atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada saya sehingga
dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul: “MANFAAT TELEVISI TERHADAP DUNIA
KONSELING”
saya menyadari bahwa didalam pembuatan
makalah ini berkat bantuan dan tuntunan Tuhan Yang Maha Esa dan tidak lepas
dari bantuan berbagai pihak untuk itu dalam kesempatan ini penulis menghaturkan
rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang
membantu dalam pembuatan makalah ini. Terutama kepada desen pengampu Deddy
Prihadi,M.Kom mata kuliah Media BK .
Makalah ini memang masih dari jauh dari
kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Namun demikian, saya telah
berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga dapat
selesai dengan baik dan oleh karenanya, saya akan menerima masukan,saran dan
usul guna penyempurnaan makalah ini, dan saya berharap makalah ini dapat
berguna bagi yang membacanya.
Tegal,04 oktober 2011
Penyusun
Imas
Masupatun
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL 1
KATA PENGANTAR 2
DAFTAR ISI 3
BAB 1 PENDAHULUAN 5
A.
Latar belakang masalah 5
B.
Rumusan masalah 6
C.
Tujuan penyusunan 6
BAB II PEMBAHASAN 7
A.
Gambaran Umum Tayangan Televisi 7
1.Pengertian Televisi 7
2. Tujuan dan Fungsi Televisi 8
a.
Tujuan 8
b.
Fungsi 8
3. Manfaat dan Mudarat Televisi 9
b. Manfaat Televisi 9
a. Mudarat Televisi 9
1. Menyia-nyiakan waktu
dan umur 9
2. Melalaikan tugas dan
kewajiban 9
3. Menumbuhkan sikap
hidup konsumtif 10
4. Mengganggu kesehatan 10
5. Alat transportasi
kejahatan dan kebejatan moral 10
6. Memutuskan
silaturahmi 10
7. Mempengaruhi dan
menurunkan prestasi belajar murid 10
BAB III PEMBAHASAN TENTANG PENGARUH TAYANGAN TELEVISI TERHADAP ANAK 11
A.Sejauhmana Pengaruh Tayangan Televisi Terhadap Anak 11
1. Pengaruh Yang Bersifat Positif 11
2. Pengaruh
Yang Bersifat Negative 11
B.Mengapa Tayangan Televisi Berpengaruh Terhadap Anak 12
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 13
A. Kesimpulan 13
B. Saran-Saran 13
DAFTAR PUSTAKA 14
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Dewasa ini teknologi sudah semakin maju. Dimana orang dalam memerlukan berita atau informasi sudah sangat mudah memperolehnya. Dari sekian banyak kemajuan teknologi salah satu diantaranya adalah pesawat televisi. Berbicara mengenai televisi, tentu ada tiga pihak yang terlibat di dalamnya, yakni yang menyajikan, yang disajikan dan yang menikmati.
Televisi yang selama ini berperan
sebagai media massa elektronik, walaupun dalam bentuk yang paling sederhana,
ternyata mampu menggelitik, mempengaruhi dan menggiring seluruh manusia untuk
membeli dan memilikinya di berbagai belahan bumi ini sehingga boleh jadi,
sampai hari ini, sudah sekian milyar pesawat televisi diproduksi banyak pabrik
di seluruh dunia. Sementara merk, harga, mutu dan modelnya pun sudah sangat
beragam dan banyak pilihan.
Televisi dengan berbagai program acara
siarannya selama ini dengan berbagai jenis tayangan informasi dan hiburannya
memang selalu menawarkan suatu kenikmatan tersendiri bagi para pemirsanya.
Manfaat dan kegunaan pesawat televisi memang bukan tidak ada. Hanya,
dibandingkan dengan kerugiannya, manfaat menonton acara televisi sampai saat
ini, jauh lebih kecil ketimbang kemudaratan atau kerugian yang akan
ditimbulkannya.
a.
Meningkatkan kualitas sumber
daya manusia.
b.
Menyalurkan pendapat umum yang
konstruktif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta
meningkatkan peran aktif masyarakat dalam pembangunan.
c.
Meningkatkan ketahanan budaya
bangsa.
d.
Meningkatkan kesadaran hukum
dan disiplin nasional yang mantap dan dinamis.
Berdasarkan pada uraian di atas, maka
penulis menyimpulkan bahwa segala macam penyiaran termasuk penyiaran atau
tayangan di televisi harus berdasarkan kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar
1945.
Memang tayangan televisi ada manfaat dan
mudarat atau kerugiannya. Lebih-lebih apabila pengaruh tayangan yang merugikan
atau negatif dicerna oleh anak-anak yang pada gilirannya akan mewarnai pola
pikir anak-anak. Apabila pola pikir anak-anak sudah terkontaminasi oleh pikiran
yang tidak sehat maka akan terbawa pada usia remaja. Dan kita sadari bahwa
remaja adalah bentuk miniatur dari pada kehidupan suatu bangsa. Akan bagaimana Indonesia untuk
masa mendatang tergantung dari pada warna anak-anak yang akan menjadi remaja
dan bagaimana pola pikir remajanya.
B.
Rumusan Masalah
Masalah yang muncul dalam penyusunan karya ilmiah ini dapat penulis rumuskan sebagai berikut:
Masalah yang muncul dalam penyusunan karya ilmiah ini dapat penulis rumuskan sebagai berikut:
ü Sejauhmana pengaruh tayangan televisi terhadap anak?
ü Mengapa tayangan televisi berpengaruh terhadap aanak?
C.
Tujuan Penyusunan
Berdasarkan pada rumusan masalah di atas, tujuan yang ingin dicapai
dalam penyusunan ini adalah:
v Untuk mengetahui sejauhmana pengaruh televisi terhadp anak.
v Untuk mengetahui mengapa tayangan televisi berpengaruh terhadap
anak.
BAB II
TINJAUAN TEORITIS TENTANG PENGARUH TAYANGAN TELEVISI TERHADAP ANAK
TINJAUAN TEORITIS TENTANG PENGARUH TAYANGAN TELEVISI TERHADAP ANAK
A.
Gambaran Umum Tayangan Televisi
1. Pengertian Televisi
Televisi berasal dari kata tele dan
visie, tele artinya jauh dan visie artinya penglihatan, Zjadi televisi adalah
penglihatan jarak jauh atau penyiaran gambar-gambar melalui gelombang radio.
(Kamus Internasional Populer: 196)
Televisi sama halnya dengan media massa lainnya yang mudah kita jumpai dan dimiliki oleh
manusia dimana-mana, seperti media massa surat kabar, radio, atau
komputer. Televisi sebagai sarana penghubung yang dapat memancarkan rekaman
dari stasiun pemancar televisi kepada para penonton atau pemirsanya di rumah,
rekaman-rekaman tersebut dapat berupa pendidikan, berita, hiburan, dan
lain-lain.
Yang dimaksud dengan televisi adalah
sistem elektronik yang mengirimkan gambar diam dan gambar hidup bersama suara
melalui kabel (Arsyad, 2002: 50). Sistem ini menggunakan peralatan yang
mengubah cahaya dan suara ke dalam gelombang elektrik dan mengkonversikannya
kembali ke dalam cahaya yang dapat dilihat dan suara yang dapat didengar.
Dewasa ini televisi dimanfaatkan untuk keperluan pendidikan dengan mudah
dapat dijangkau melalui siaran dari udara ke udara dan dapat dihubungkan
melalui satelit. Apa yang kita saksikan pada layar televisi, semuanya merupakan
unsur gambar dan suara. Jadi ada dua unsur yang melengkapinya yaitu unsur
gambar dan unsur suara. Rekaman suara dengan gambar yang dilakukan di stasiun
televisi berubah menjadi getaran-getaran listrik, getaran-getaran listrik ini
diberikan pada pemancar, pemancar mengubah getaran getaran-getaran listrik
tersebut menjadi gelombang elektromagnetik, gelombang elektromagnetik ini
ditangkap oleh satelit. Melalui satelit inilah gelombang elektromagnetik
dipancarkan sehingga masyarakat dapat menyaksikan siaran televisi.
2.
Tujuan dan Fungsi Televisi
a.
Tujuan
Sesuai dengan undang-undang penyiaran
nomor 24 tahun 1997, BAB II pasal 4, bahwa penyiaran bertujuan untuk
menumbuhkan dan mengembangkan sikap mental masyarakat Indonesia yang beriman
dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memperkokoh persatuan dan kesatuan
bangsa, dan membangun masyarakat adil dan makmur.
Jadi sangat jelas tujuan secara umum
adanya televisi di Indonesia
sudah diatur dalam undang-undang penyiaran ini. Sedangkan tujuan secara
khususnya dimiliki oleh stasiun televisi yang bersangkutan, contohnya TVRI
“Menjalin Persatuan dan Kesatuan”. Dari uraian di atas penulis dapat
mengklarifikasikan mengenai tujuan secara umum adanya televisi atau penyiaran
di Indonesia ,
adalah sebagai berikut:
a.
Menumbuhkan dan mengembangkan
mental masyarakat Indonesia
yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
b.
Memperkokoh persatuan dan
kesatuan bangsa.
c. Mengembangkan masyarakat adil dan makmur.
b. Fungsi
b. Fungsi
Pada dasarnya televisi sebagai alat atau
media massa
elektronik yang dipergunakan oleh pemilik atau pemanfaat untuk memperoleh sejumlah
informasi, hiburan, pendidikan dan sebagainya. Sesuai dengan undang-undang
penyiaran nomor 24 tahun 1997, BAB II pasal 5 berbunyi “Penyiaran mempunyai
fungsi sebagai media informasi dan penerangan, pendidikan dan hiburan, yang
memperkuat ideology,politik, ekonomi, sosial budaya serta pertahanan dan
keamanan.” Banyak acara yang disajikan oleh stasiun televisi di antaranya,
mengenai sajian kebudayaan bangsa Indonesia, sehingga hal ini dapat menarik
minat penontonnya untuk lebih mencintai kebudayaan bangsa sendiri, sebagai
salah satu warisan bangsa yang perlu dilestarikan.
Dari uraian di atas mengenai fungsi
televisi secara umum menurut undang-undang penyiaran, dapat kita deskripsikan
bahwa fungsi televisi sangat baik karena memiliki fungsi sebagai berikut:
a.
Media informasi dan penerangan
b.
Media pendidikan dan hiburan
c.
Media untuk memperkuat
ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya
d.
Media pertahanan dan keamanan
3.
Manfaat dan Mudarat Televisi
a. Manfaat Televisi
Televisi memang tidak dapat difungsikan
mempunyai manfaat dan unsur positif yang berguna bagi pemirsanya, baik manfaat
yang bersifat kognitif afektif maupun psikomotor. Namun tergantung pada acara
yang ditayangkan televisi
Manfaat yang bersifat kognitif adalah yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan atau informasi dan keterampilan. Acara-acara yang bersifat kognitif di antaranya berita, dialog, wawancara dan sebagainya. Manfaat yang kedua adalah manfaat afektif, yakni yang berkaitan dengan sikap dan emosi. Acara-acara yang biasanya memunculkan manfaat afektif ini adalah acara-acara yang mendorong pada pemirsa agar memiliki kepekaan sosial, kepedulian sesama manusia dan sebagainya. Adapun manfaat yang ketiga adalah manfaat yang bersifat psikomotor, yaitu berkaitan dengan tindakan dan perilaku yang positif. Acara ini dapat kita lihat dari film, sinetron, drama dan acara-acara yang lainnya dengan syarat semuanya itu tidak bertentangan dengan norma-norma yang ada diIndonesia
ataupun merusak akhlak pada anak.
Manfaat yang bersifat kognitif adalah yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan atau informasi dan keterampilan. Acara-acara yang bersifat kognitif di antaranya berita, dialog, wawancara dan sebagainya. Manfaat yang kedua adalah manfaat afektif, yakni yang berkaitan dengan sikap dan emosi. Acara-acara yang biasanya memunculkan manfaat afektif ini adalah acara-acara yang mendorong pada pemirsa agar memiliki kepekaan sosial, kepedulian sesama manusia dan sebagainya. Adapun manfaat yang ketiga adalah manfaat yang bersifat psikomotor, yaitu berkaitan dengan tindakan dan perilaku yang positif. Acara ini dapat kita lihat dari film, sinetron, drama dan acara-acara yang lainnya dengan syarat semuanya itu tidak bertentangan dengan norma-norma yang ada di
Televisi menarik minat baik terhadap
orang dewasa khususnya pada anak-anak yang senang melihat televisi karena
tayangan atau acara-acaranya yang menarik dan cara penyajiannya yang
menyenangka
b. Mudarat Televisi
Kemudaratan yang dimunculkan televisi
memang tidak sedikit, baik yang disebabkan karena terapan kesannya, maupun
kehadirannya sebagai media fisik terutama bagi pengguna televisi tanpa
dibarengi dengan sikap selektif dalam memilih berbagai acara yang disajikan.
Dalam konteks semacam ini maka kita dapat melihat beberapa kemudaratan itu
sebagai berikut:
1.
Menyia-nyiakan waktu dan umur
Mengingat waktu itu terbatas, juga umur
kita, maka menonton televisi dapat dikategorikan menyia-nyiakan waktu dan umur,
bila acara yang ditontonnya terus menerus bersifat hiburan di dalamnya
(ditinjau secara hakiki) merusak aqidah kita ini mesti disadari karena kita
diciptakan bukan untuk hiburan tapi justru untuk beribadah.
2.
Melalaikan tugas dan kewajiban
Kenyataan dalam kehidupan masyarakat
sehari-hari, juga sudah menunjukan dengan jelas dan tegas bahwa menonton televisi
dengan acaranya yang memikat dan menarik sering kali membawa kita pada
kelalaian. Televisi bukan hanya membuat kita terbius oleh acaranya, namun pula
menyeret kita dalam kelalaian tugas dan kewajiban kita sehari-hari. Misalnya
banyak orang yang malas untuk sholat ke mesjid karena mereka terbius oleh acara
atau tayangan televisi.
3.
Menumbuhkan sikap hidup konsumtif
Ajaran sikap dan pola konsumtif biasanya
terkemas dalam bentuk iklan dimana banyak iklan yang berpenampilan buruk yang
sama sekali tidak mendidik masyarakat ke arah yang lebih baik dan positif.
4.
Mengganggu kesehatan
Terlalu sering dan terlalu lama memaku
diri di hadapan televisi untuk menikmati berbagai macam acara yang ditayangkan
cepat atau lambat akan menimbulkan gangguan kesehatan pada pemirsa. Misalnya
kesehatan mata baik yang disebabkan karena radiasi yang bersumber dari layar
televisi maupun yang disebabkan karena kepenatan atau kelelahan akibat nonton
terus menerus.
5. Pengertian Televisi
Sudah merupakan fitrah, bahwa manusia
memiliki sifat meniru, sehingga manusia yang satu akan meniru cenderung untuk
mengikuti manusia yang lain, baik dalam sifat, sikap maupun tindakannya. Dalam
hal adanya berbagai sajian program dan acara yang disiarkan di televisi
misalnya, film, sinetron, musik, drama dan lain sebagainya yang paling
dikhawatirkan adalah jika tontonan tersebut merupakan adegan dari kebejatan
moral contohnya, pembunuhan, pemerkosaan, pornografi yang tentu saja sedikit
atau banyak akan ditiru oleh para pemirsa sesuai fitrahnya
6.
Memutuskan silaturahmi
Dengan
kehadiran televisi di hampir setiap rumah tangga, banyak orang yang merasa
cukup memiliki teman atau sahabat yang setia, melalui kenikmatan yang didapat
dari berbagai acara televisi yang disajikan di tempat tinggalnya. Akibatnya
mereka tidak lagi merasa membutuhkan teman, kawan, sahabat untuk misalnya;
saling berbagi suka dan duka, saling bertukar pikiran dan berbagai keperluan
lainnya sebagaimana layaknya hidup dan kehidupan suatu masyarakat yang islami.
7.
Mempengaruhi dan menurunkan prestasi belajar murid
Dalam hal penyebab kemunduran prestasi
belajar murid generasi muda dewasa ini, indikasinya adalah kehadiran televisi
di tempat tinggal mereka. Lantaran berbagai macam acara hiburan yang
ditayangkan dalam televisi yang memikat dan menggiurkan para pelajar. Ternyata
mampu memporakporandakan jadwal waktu belajar mereka untuk disiplin waktu
belajar, karena mereka sudah terbius oleh pengaruh hingar bingar dan kenikmatan
yang ditawarkan oleh berbagai macam hiburan televisi.
BAB III
PEMBAHASAN
TENTANG PENGARUH TAYANGAN TELEVISI TERHADAP ANAK
A.
Sejauhmana Pengaruh Tayangan Televisi Terhadap Anak
Televisi dapat juga disebut sebagai
sebuah keajaiban dalam dunia walaupun hanya berbentuk sebuah kotak elektronik
yang sederhana yang mampu secara efektif berperan sebagai media massa dalam berbagai
informasi dengan gambar hidup, berwarna-warni dan bergerak. Sehingga dapat
memikat, membius dan menggiring seluruh perhatian para pemirsanya itulah
sebabnya, sebagian besar pemirsa menganggap bahwa informasi apa saja yang
ditayangkan televisi adalah benar, apa saja yang disajikan oleh televisi adalah
baik. Sehingga mereka memutuskan bahwa televisi merupakan satu-satunya sumber
dan pusat informasi yang benar, baik dan akurat, bahkan televisi dianggap sebagai
guru yang wajib diturut dan diikuti, alat yang paling efisien dan efektif untuk
mengenal mempelajari dan mendapatkan berbagai hal dalam hidup dan kehidupan ini
ketimbang berbagai buku bacaan yang dianggap menyita waktu.
Dari sekian banyak program acara yang
disajikan televisi, kebanyakan dapat mempengaruhi sikap penontonnya setelah
atau pada waktu melihat tayangan televisi. Banyak fakta yang kita jumpai dari
informasi yang disampaikan televisi, baik fakta positif maupun fakta negatif.
Sehingga hal ini baik secara langsung atau tidak langsung akan mempengaruhi
penontonnya ke arah positif atau ke arah negatif. Sehingga ada dua pengaruh
tayangan televisi terhadap anak yaitu:
1.
Pengaruh Yang Bersifat Positif
Televisi dapat memberikan pengaruh yang
positif bagi para pemirsa yang menyaksikan program acara atau tayangan
televisi. Adapun pengaruhnya yang bersifat positif sebagai berikut:
a.
Adanya sinetron yang
bernafaskan keagamaan seperti: rahasia ilahi, kuasa ilahi, dan lain sebagainya.
b.
Adanya acara atau tayangan yang
bernuansakan pendidikan atau pengetahuan seperti cerdas cermat, berita dan lain
sebagainya.
2.
Pengaruh Yang Bersifat Negative
Tayangan televisi tidak hanya
memberikan pengaruh yang positif saja tetapi acara televisi lebih banyak
memberikan pengaruh yang negatif kepada sikap para pemirsanya setelah atau pada
waktu melihat tayangan televisi, sehingga akan mempengaruhi akhlak penonton ke
arah negatif. Adapun pengaruhnya tayangan televisi yang bersifat negatif
sebagai berikut:
a. Sering menonton televisi akan melalaikan tugas dan kewajiban bagi para pemirsa
b. Sering menonton televisi akan mempengaruhi dan menurunkan prestasi belajar murid
c. Anak-anak cenderung lebih menyukai tayangan yang bernuansakan kekerasan
d. Setelah menonton tayangan televisi mereka suka meniru apa yang telah mereka tonton
a. Sering menonton televisi akan melalaikan tugas dan kewajiban bagi para pemirsa
b. Sering menonton televisi akan mempengaruhi dan menurunkan prestasi belajar murid
c. Anak-anak cenderung lebih menyukai tayangan yang bernuansakan kekerasan
d. Setelah menonton tayangan televisi mereka suka meniru apa yang telah mereka tonton
B. Mengapa Tayangan Televisi
Berpengaruh Terhadap Anak
Manusia memanfaatkan televisi sebagai
alat bantu yang paling efisien dan efektif. Dimana kesemuanya ini dapat
terwujud melalui berbagai program dan tayangan televisi yang dapat dipertangung
jawabkan secara moral dan material. Kebanyakan kegiatan menonton televisi
cenderung terencana dan bersifat tak sadar, tiap kali banyak orang mempunyai
waktu luang, mereka tiba-tiba saja duduk dihadapan televisinya tanpa diundang
banyak niat dan rencana yang tiba-tiba saja dibatalkan, lantaran tergoda,
terpanggil, tergelitik untuk menikmati acara tertentu yang disiarkan oleh
televisi.
Televisi dengan mudah bisa melahap
sebagian besar waktu anak waktu yang dilewatkan di depan layar televisi berarti
waktu yang tidak di manfaatkan oleh anak untuk belajar membaca menggambar atau
membantu pekerjaan rumah tangga. Apabila tayangan televisi menyajikan acara
hiburan atau acara bernuansa kekerasan maka itu anak – anak cenderung menyukai
dan menggemari tayangan tersebut karena apa yang di lihat, di tonton di
tayangan televisi biasanya anak – anak cenderung akan menirunya tanpa disaring,
di filter dan tanpa dibarengi dengan sikap selektif dalam memilih acara yang di
sajikan, sehingga takut akan merusak akhlak anak terhadap pengaruh yang
ditayangkan oleh televisi oleh karena itu peran pendamping dan bimbingan oleh
orang tua kepada anaknya yang sedang menonton atau menikmati tayangan yang di
sajikan oleh pesawat televisi di rumah karena setiap harinya banyak anak – anak
menghabiskan waktu di depan pesawat televisi sehingga banyak tayangan atau
program acara yang dinikmatinya tanpa banyak memikirkan apakah layak di tonton
oleh anak – atau dapat merusak akhlak anaknya.
BAB IV
KESIMPULAN
DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan kajian sebagaimana di
uraikan di atas penulisan menyimpulkan hal–hal yang berkaitan dengan
penyelesaian permasalahan sebagai berikut
a.
Dari sekian banyak tayangan
yang disajikan televisi, kebanyakan dapat mempengaruhi sikap penontonnya
setelah atau pada saat melihat tayangan televisi. Sehingga hal ini baik secara
langsung atau tidak langsung akan mempengaruhi akhlak penontonnya baik pengaruh
yang positif maupun pengaruh yang negatif.
b.
Tayangan televisi yang
menyajikan acara hiburan atau acara bernuansa kekerasan maka biasanya anak-anak
cenderung menyukai tayangan tersebut karena apa yang ditonton di tayangan
televisi biasanya anak cenderung akan menirunya sehingga takut akan merusak
akhlak anak.
B. Saran– saran
a.
Pilihlah program acara televisi
yang memang benar – benar bermanfaat bagi seluruh keluarga
b.
Gunakan televisi yang ada hanya
sebagai media untuk mendapatkan informasi penting seperti cerita
c.
Tentukan dan bedakan waktu
menonton televisi bagi anak – anak yang belum dan sudah dewasa
d.
Batasi waktu menonton televisi
untuk anak – anak
e.
Alihkan perhatian dan kegemaran
anak – anak dalam keluarga dari kecanduan menyaksikan seluruh acara televisi
yang di sajikan di setiap harinya kepada bentuk – bentuk kegiatan dan
kesenangan baru yang positif seperti membaca dan mempelajari al-qur’an dan
hadits, membaca koran, membaca buku dan lain sebagainya.
DAFTAR PUSTAKA
Mansur, awadl, Dr. (1993). Manfaat Dan Mudarat Televisi, Fikahati
Anska, Jakarta
Chen, Milton .
(2005). Mendampingi Anak Menonton Telivisi, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta .
__________ (1997). Undang–Undang Penyiaran No. 24 Tahun 1997, Sinar
Gratika, Jakarta
Amin, Ahmad, (1968). Ilmu Akhlak, Bulan Bintang, Jakarta .
Bakar Atjeh, Abu (1963). Mutiara Akhlak 1, Bulan Bintang, Jakarta .
Umary, Barmawie, Drs. (1966), Materia akhlak, Cv. Ramadani, Yogyakarta

TV is my friend in the home .... wkkkkk
BalasHapusambarr masaa sihh yang benerr ahh
BalasHapussipokeeee
BalasHapuswinda hadiiiiiiiiiiiiiiiir............
BalasHapushidirin
BalasHapuslengkap.....yach
BalasHapusmintaa ya mbaa makalahhnya
BalasHapus