Rabu, 01 Mei 2013

Kesulitan Belajar


BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang

Setiap anak memiliki kemampuan atau kelebihan yang berbeda-beda, begitu puladengan kekurangan atau ketidak mampuannya. Dari berbagai kekurangan atau ketidak mampuan yang menjadi masalah bagi siswa salah satunya adalah anak bodoh.Jangankan anak berbakat atau berpotensi, anak bodohpun membutuhkan atau lebih membutuhkan seseorang yang dapat memahami serta menghargai kekurangan dan ketidak mampuannya, atau orang yang mampu memecahkan masalahnya itu.Karena sipat dasar anak berbeda-beda, baik tempramennya, gaya, sikap maupun emosinya. Begitu juga dengan anak bodoh akan berbeda dengan anak normal lainnya dan begitu jelas.
Berbagai observasi menunjukan bahwa cara berpikir anak bodoh berbeda dengan cara berpikir anak normal pada umumnya. Karena adanya keterlambatan dalam berpikir atau menerima materi/stimulus/rangsangan dari orang lain, khususnya saat belajar.
Kita menyadari bahwa kurang adanya perhatian terhadap kebutuhan anak yang memiliki masalah (anak bodoh) dalam cara berpikir atau merealisasikan sesuatu dan kesempatan. Kesempatan yang sepadan dan selaras dengan kebutuhan atau ketidak mampuan mereka.
Dengan itu, kita sebagai calon pendidik dan pembimbing sekaligus orang tua mereka, harus mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada anak didik kita yang mempunyai kelemahan atau ketidak mampuan dalam berpikir (anak bodoh), dan bagai mana cara kita untuk mengetahui anak tersebut.
Untuk itu kita akan membahas tentang cara mengetahui anak bodoh dan cara membimbingnya.

B.                 Perumusan Masalah
Pada rumusan masalah, penulisan fokuskan pada kelemahan dan ketidak mampuan anak dalam berpikir atau dalam menerima pelajaran (anak bodoh)

Adapun fokus permasalahannya adalah sebagai berikut:

1.        Pengertian anak bodoh?
2.        Bagaimana cara mengetahui anak bodoh tersebut?
3.        Bagaimana cara mengetahui siswa sebelum dan sesudah diadakannya bimbingan?
4.        Bagaimana mengetahui kendala-kendala yang dihadapi saat proses bimbingan itu berlangsung?
5.        Usaha apa saja untuk mengatasi kendala tersebut?
6.        Bagaimana hasil setelah siswa diberi bimbingan?







C. Tujuan
Adapun tujuan diadakannya penulisan ini adalah sebagai berikut:
1.      Mengetahui pengertian anak bodoh sehingga kita tahu masalah yang sedang dihadapi anak-anak didik kita.
2.      Melakukan observasi, pengamatan langsung pada objek untuk mengetahui masalah-masalah yang dihadapi siswa khususnya anak bodoh.
3.      Untuk mengetahui siswa sebelum dan sesudah diadakannya layanan bimbingan.
4.      Memecahkan masalah/kendala-kendala yang dihadapi saat proses bimbingan.
5.      Menjadikan siswa yang bersangkutan lebih baik dari sebelum bimbingan.


D. Manfaat Tugas Akhir

Manfaat bimbingan bagi siswa

Dengan dilakukannya bimbingan bagi siswa/anak bodoh atau anak yang memiliki kekurangan dan ketidak mampuan dalam berpikir atau menerima pelajaran memiliki beberapa manfaat, diantaranya:
a.    Memberikan  kesempatan pada siswa untuk mengungkapkan isi hatinya akan butuhnya perhatian dari orang tua dan kita selaku pendidik, pembimbing dan orang tua.
b.    Memberikan perhatian atau mendapatkan perhatian khusus dari guru.
c.    Memberikan rasa nyaman saat berkonsultasi dengan Guru yang bersangkutan atau dengan Wali Kelasnya.
d.   Memberikan gabaran tentang masalah yang dihadapinya dan cara membimbing atau mengatasi masalah yang sedang mereka hadapi.
e.    Setelah mendapatkan bimbingan, setidaknya mereka akan mencoba dan berusaha untuk menghadapi masalah yang mereka hadapi dengan bimbingan guru dan orang tua, dan berusaha untuk lebih baik.
f.     Membangkitkan semangat belajar siswa dan aktif.
g.    Tidak merasa minder lagi, jadi lebih percaya diri, dan membuang jauh-jauh rasa putus asa.



BAB II
KAJIAN TEORI
A.                Pengertian Anak Bodoh
Secara umum anak bodoh dapat diartikan anak yang mempunyai masalah kelemahan atau kekurangan dalam hal berpikir atau menerima materi atau intelegensinya kurang.
Selain itu, pada umumnya anak bodoh dapat diartikan salah satu dari beberapa jenis tuna cakap belajar, yang lebih cenderung kepada ketidak berfungsian minimal otak untuk berpikir atau menerima materi, stimulus, rangsangan.
Dari hasil observasi menunjukan tingkat intelegensinya biasanya dibawah rata-rata, dan lebih cenderung masa bodoh atau diam. Hasil tesnyapun hampir selalu dibawah rata-rata dan bawaannya tidak bersemangat.


B.    Karakteritik Anak Bodoh
Setiap anak atau siswa memiliki sifat dan perilaku yang berbeda-beda, adapun karakteristik anak bodoh antara lain:

a.    Memiliki kelemahan dalam berpikir dan menerima materi atau stimulus yang diberikan oleh guru.
b.    Intelegensinya dibawah rata-rata.
c.    Tidak menunjukan peningkatan prestasi.
d.    Lebih cenderung menyendiri, cuek dan pemalu.
e.    Jika dihadapkan dengan sebuah pertanyaan atau soal cenderung tidak bisa menjawab atau lambat.
f.    Tidur didalam kelas.
g.    Tidak aktif.
h.    Nyontek pekerjaan teman.
i.     Tidak naik kelas.

Mungkin masih banyak lagi karakteristik yang ada pada diri siswa/anak yang dikatakan bodoh.

C.   
Faktor-faktor
Faktor-faktor anak mengalami atau mempunyai kelemaha/ketidak mampuan dalam berpikir, menerima materi, stimulis dan rangsangannya (anak bodoh) antara lain:

a.    Faktor Internal (dalam diri anak)

1.      Minimal Brain Dysfunction (ketidak berfungsian minimal otak) yang bisa termanifestasi dalam berbagai kondisi kesulitan seperti: persepsi, konseptualisasi, bahasa memori, pengendalian perhatian impils (dorongan) atau fungsi motorik.
2.      Kelemahan perseptual
3.      Males belajar
4.      Kelemahan dalam membaca (dyslexia)
5.      Bawaan

b.    Faktor Ekstern (dari luar diri anak)

1.    Faktor keluarga (keturunan)
2.    Lingkungan
3.    Beban pikiran karena masalah dengan keluarga
4.    Tidak adanya atau kurangnya perhatian dari orang tua juga keluarga
5.    Tidak adanya bimbingan atau pengarahan   








D.   
Pengaruh
Pengaruh ketidak mampuan atau kelemahan dalam menerima materi, stimulus/rangsangan bagi anak yang bersangkutan (anak bodoh) dan temannya.


a.    Pengaruh bagi dirinya sendiri

1.    Menjadi suatu masalah atas kelemahannya
2.    Menjadi penghambat dalam meraih prestasi
3.    Menjadikan kurang percaya diri dan tidak bersemangat
4.    minder dan suka menyendiri
5.    Bahan ejekan teman
6.    Membuat anak jadi merasa bodoh dan makin tidak terkontrol emosinya
7.    Mudah terpengaruh dengan hal-hal yang negative
8.    Dimarahi, diomel orang tua
9.    Menambah beban teman sekelompoknya

b.    Pengaruh bagi teman-temannya

1.    Menjadi kendala saat kerja kelompok
2.    Menimbulkan rasa kasihan
3.    Bahan cemoohan atau ledekan
4.    Mengurangi saingan dalam berprestasi
5.    Mempengaruhi dalam suasana belajar mengajar

E.   
Langkah-Langkah
Langkah-langkah untuk mengatasi masalah yang dihadapi anak yang mengalami kelemahan atau ketidak mampuan dalam menerima materi, stimulus dan rangsangan antara lain:
1.       Memberikan perhatian dan kesempatan-kesempatan yang sepadan, selaras sesuai dengan kebutuhannya.
2.      Khususnya bagi orang tua, terimalah kelemahan yang dimiliki anak dengan kesabaran, tanggung jawab untuk membimbingnya.
3.      Maafkan dan jangan dimaki, berilah motivasi atau dorongan sebagai pemacu semangat mereka.
4.      Jangan sekali-kali memberi anak cap bodoh karena itu akan menjadi beban baginya.
5.      Seperti yang dilakukan oleh Ibundanya Albert Einstein, karena kita semua tahu bahwa saat Einstein masih duduk dibangku SD. Einstein dicap bodoh dan dikeluarkan dari sekolah karena selalu tidak naik kelas. Meskipun begitu, Ibunya selalu memberikan semangat untuk menjadi lebih baik. Dan akhirnya dengan keseriusan dan ketekunan Einstein menjadi seorang Ilmuan Besar dan menakjubkan.
6.      Selalu berprasangka baik terhadap anak.
7.      Dekatilah dan menjadi teman curhat setia bagi mereka.
8.      Pergunakanlah Metode Bimbingan yang sesuai dengan kebutuhannya.



BAB III
METODOLOGI

A.    Jenis Bimbingan

Jenis bimbingan yang di ambil diarahkan kepada kelemahan atau ketidak mampuan (anak bodoh) yang menjadi bahab observasi.
Jenis bimbingannya hampir sama dengan jenis bimbingan anak tuna cakap belajar. Karena dilihat dari fungsi bimbingan atau penyuluhan itu bersifat pencegahan, pengembangan, dan penyembuhan.

Adapun beberapa fungsi bimbingan di SD, antara lain:
a.    Penyuluhan (distributive)
b.    Pengadaptasian (adaptive)
c.    Penyesuaian (adjustive)

Jenis dan layanan bimbingan berupa bantuan-bantuan diantaranya:
a.    Pemberian informasi sebagai orientasi
b.    Bantuan untuk menyesuaikan diri
c.    Penyuluhan tentang perkembangan individu.

B.    Teknik
Bimbingan

Betapapun pentingnya bimbingan harus diberikan kepada siswa tertentu, karena tugas utama seorang guru harus berpase pada terselenggaranya Proses Belajar Mengajar (PBM). Oleh karena itu sejumlah kemungkinan layanan bimbingan hanya beberapa saja yang benar-benar berkaitan secara langsung dengan PBM, tugas lainnya merupakan kompetnsi dari layanan khusus bimbingan dan pelayanan di sekolah.
Kegiatan bimbingan itu berjalan paralel dan berdampingan serta berurutan logis dengan kegiatan Evaluasi dan Pengajaran dalam kerangka suatu pola PBM yang lengkap.
Adapun beberapa Metode yang digunakan dalam bimbingan ini, antara lain:

a.    Observasi (pengamatan)
Yaitu teknik atau cara mengamati suatu keadaan atau suatu kegiatan (tingkah laku) anak di kelas. Karena sikapnya mengamati, maka alat yang cocok untuk teknik ini adalah Panca Indra penglihatan yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1.    Dilakukan sesuai dengan tujuan yang dirumuskan terlebih dahulu.
2.    Direncanakan secara sistematis.
3.    Hasil yang dicatat dan diolah sesuai dengan tujuan.
4.    perlu diperiksa ketelitiannya.

Teknik observasi ini dapat dikelompokan kedalam beberapa jenis, yaitu:
1.      Observasi Sehari-hari, saat kita melakukan Proses Belajar Mengajar.
2.      Observasi Sistematis
3.      Observasi Partisipatif
4.      Observasi Nonpartisipatif


b.    Dokumentasi

Dokumentasi ini meliputi Lapor dan Buku Leger karena kita bisa tahu perkembangan anak dari hasil catatan guru selama Proses Belajar Mengajar di nilai.
Anak yang mengalami kelemahan atau ketidak mampuan (anak bodoh) akan menunjukan tingkat prestasi yang jauh tertinggal dari anak-anak normal lainnya. Tapi disesuaikan dengan tingkat kemampuan anak.



c.    Wawancara

Wawancara merupakan suatu teknik untuk mengumpulkan informasi melalui komunikasi langsung dengan sesponden (orang yang diminta informasi) atau orang yang bersangkutan dengan bimbingan.

Dalam bimbingan wawancara dilakukan oleh guru dengan siwa.

Misalnya:
-    Wawancara guru dengan murid (anak bodoh) secara langsung ditempat khusus.
-    Wawancara guru dengan teman-teman terdekatnya.

Kegiatan wawancara sangat penting karena memiliki kelebihan-kelebihan sebagai berikut:
a.  Teknik yang tepat untuk mengungkapkan keadaan pribadi siswa.
b.  Dapat dilakukan kepada semua tingkat umur.
c.  Dapat diselenggarakan serempak dengan observasi.
d.  Digunakan untuk pelengkap data yang dikumpulkan melalui teknik lain.

Adapun kelemahan wawancara antara lain:
a.    Tidak efisien, tidak dapat menghemat waktu.
b.    Sangat bergantung kepada kesediaan kedua belah pihak.
c.    Menuntut penyusunan bahasa dari pihak pewawancara.


C.    Layanan Bimbingan

Rencana dan Pelaksanaan
Perencanaan layanan bimbingan ini meliputi:


a.         Menentukan Murid
Menemukan murid yang bermasalah (anak bodoh). Untuk menemukannya, kita harus tau pengertian dan ciri-ciri anak bodoh.


b.    Memperoleh data atau informasi.
   Untuk memahami secara lengkap tentang mengapa anak itu dikatakan bodoh, maka kita harus melakukan pengumpulan data atau informasi mengenai pribadi anak tersebut.
Informasi atau data dapat diperoleh dari dokumentasi (raport, buku leger), tes hasil kecerdasan dan observasi, juga bisa dilakukan lewat:
1.    Wawancara antara guru dan siswa.
2.    Home visit, kunjungan kerumah orang tua.

c.    Menganalisis Data
Setelah data terkumpul, kita melakukan analisis terhadap semua data yang diperoleh. Langkah-langkah analisis diutamakan untuk menemukan faktor-faktor yang menjadi penyebab anak bermasalah (anak bodoh) baik secara Interen maupun Eksteren.

d.    Memberikan layanan bimbingan
Layanan bimbingan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan anak yang ada hubungannya dengan faktor-faktor penyebab anak bermasalah (anak bodoh).
Layanan bimbingan lebih cenderung dari hati kehati, karena sifatnya individual tapi tidak menutup kemungkinan peran teman-teman sekelasnya menjadi motivasi bagi (anak bodoh) yang memiliki kelemahan atau ketidak mampuan dalam berpikir,
menerima materi, stimulus atau rangsangan.

1.      Layanan bimbingan
Bisa berupa tes tambahan untuk menambah materi dari semua materi pelajaran, juga perhatian dan kesempatan yang dibutuhkannya, dan memberikan sedikit pencerahan atau refresing biar tidak begitu tegang.

2.   Evaluasi/Tindak Lanjut
Setelah kita membuat kerangka perencanaan dan pelaksanaannya, maka kita harus melakukan evaluasi atau tindak lanjut terhadap hasil analisis dan layanan bimbingan.
Tindak lanjut ini berupa pengarahan atau bimbingan yang difokuskan kepada anak yang kita amati atau anak yang menjadi tujuan


BAB IV
DESKRIPSI HASIL LAYANAN BIMBINGAN


A.                Karakteristik Siswa

Dari bimbingan ini, kita dapat mengetahui anak atau karakteristik siswa yang termasuk (anak bodoh) anak yang memiliki kelemahan atau ketidak mampuan seperti halnya anak-anak normal lain pada umumnya dan karakteristik mereka setelah mendapat layanan bimbingan.
Adapun beberapa karakteristik anak bodoh, antara lain adalah dan setelah mendapat bimbingan:

1.    Intelegensinya dibawah rata-rata, setelah mendapat bimbingan ada peningkatan minimal termasuk rata-rata.
2.    Tidak menunjukan peningkatan prestasi, setelah mendapat layanan bimbingan ada peningkatan prestasi.
3.    Tidak aktif menjadi aktif.
4.    Yang tadinya suka tidur didalam kelas, jadi tidak lagi dan jarang karena aktif.
5.    Lebih cenderung menyendiri, cuek, pemalu, kini penuh dengan semangat pertemanan, ceria dan peka terhadap lingkungan.
6.    Berusaha untuk mengerjakan soal dengan menggunakan kemampuan sendiri tanpa mencontek pekerjaan teman, hanya bertanya tentang caranya saja.
7.    Menunjukan peningkatan dalam menerima materi, stimulus, rangsangan yang diberikan guru.

Cara berpikirnya mengalami kemajuan.

B.                 Deskripsi Awal Bimbingan

Adapun beberapa metode yang digunakan dalam mengumpulkan data, yaitu:

1.    Observasi (pengamatan)
Pengamatan langsung kepada siswa yang bersangkutan dengan cara mengamati suatu keadaan atau kegiatannya.
Observasi ini melibatkan indra penglihatan yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a.   
Dilakukan sesuai dengan tujuan yang dirumuskan terlebih dahulu.
b.    Direncanakan secara sistematis.
c.    Hasil yang dicatat dan diolah sesuai dengan tujuan.
d.    Perlu diperiksa ketelitiannya.

Dengan melakukan observasi kita akan memperoleh data, minimalnya kita tahu pengertian anak bodoh dan karakteristiknya. Setelah itu agar data yang kita kumpulkan lebih banyak dan akurat kita harus melakukan dokumentasi.


2.    Dokumentasi
Dokumentasi yang kita lakukan meliputi pemeriksaan Lapor dan Buku Leger dan jika ada hasil tes, meliputi:

a.    Tes intelegensi/ kecerdasan
b.    Tes bakat
c.    Tes prestasi belajar
Selain itu agar hasil yang kita peroleh maksimal kita lakukan wawancara.

3.    Wawancara
Wawancara merupakan suatu teknik untuk mengumpilkan informasi melalui komunikasi langsung dengan responden (orang yang diminta informasi) atau narasumber (anak yang akan mendapatkan bimbingan).

Dalam bimbingan ini wawancara dilakukan oleh:
-    Guru dengan siswa yang mengalami masalah (anak bodoh).
-    Guru dengan siswa (teman-temannya).
-    Home Visit, kunjungan langsung kerumah orang tua siswa.

Dengan melakukan ketiga kegiatan diatas, maka kita telah melakukan pengumpulan data dan informasi, setelah itu kita melakukan Analisis data.
Dalam kegiatan menganalisis data, kita diharapkan akan menemukan faktor-faktor yang menjadi penyebab anak itu dicap bodoh, faktor-faktor itu kita susun dan mencari pemecahannya.
Kemudian memberikan bimbingan yang disesuaikan dengan kebutuhan anak yang ada hubungannya dengan faktor-faktor tersebut.
Layanan bimbingan ini bisa berupa, curhat antara siswa dengan guru, pemberian tes tambahan untuk membahas semua materi dari mata pelajaran yang dianggpnya sulit. Perhatian dan kesempatan-kesempatan yang sepadan, selaras sesuai dengan yang dibutuhkannya. Dan yang terakhir Evaluasi atau tindak lanjut.

C.        Pelaksanaan dan Refleksi Bimbingan

Tindakan 1    Tindakan 2    Tindakan 3
Melakukan wawancara untuk mengetahui masalah, dan memberikan solusinya, tapi belum ada perubahan.    Lebih berusaha keras lagi untuk memberikan layanan bimbingan kepada siswa yang bersangkutan dan memberikan waktu yang relatif banyak.    Dibantu dengan bimbingan orang tua dan partisifasi teman-temannya.


BAB V
SIMPULAN DAN SARAN



SIMPULAN


SARAN

Bawa ke Psikolog.
Psikolog-lah yang mnentukan si anak menderita LD atau idak. Karena bisa jadi metode belajarlah yang jadi penyebab. Semisal, anak selalu dimarahi saat belajar sehingga dia jadi malas belajar memabaca dan menulis.

Belajar menyenangkan.
Melalui cara belajar yang menyenangkan, sedikit demi sedikit anak akan bisa. Turunkan juga target belajarnya agar anak tak terlalu stress.

Beri dorongan.
Jangan sampe si anak merasa rendah diri. Artinya, jangan sampe ketidakmampuannya dalam membaca atau menulis diumbar ke orang lain. Beri dorongan supaya dia bisa dan mau belajar.

Terapi bersama.
Pemberian terapi okupasi dapat dilakukan bila orang tua maupun guru pengajar mulai merasa kesulitan untuk memberikan penanganan bagi anak yang mengalami LD. Diperlukan kerjasama antara okupasi terapis, orang tua dan guru.

Tak perlu kelas khusus.
Anak LD tidak harus masuk kelas khusus apalagi SLB, kerena kemampan mereka relative sama dengan anak-anak yang lain. Kalau memungkinkan mereka tetap berada di kelas dengan teman-teman mereka, tetapi pendekatannya lebih special. Semisal, jika kesulitan membaca sebaiknya dibacaka secara lisan, atau ada teman yang membantu. Jika ditempatkan di sekolah khusus, kemampuan-kemampuan lainnya justru akan menjadi tidak berkembang.

Kemampuan lain.
Dorong dan kembangkan kemampuan anak yang menonjol di bidang lain. Jangan sampai gara-gara tidak bisa baca masa depan anak jadi hancur total.



















REVERENSI
http:// monet.postech.ac.kr/new2008/research.html


13 komentar: